Pengaruh Lemak Terhadap kesehatan

Minggu, 25 September 2011

Pemantapan Mutu Laboratorium RSDU Karangasem (Tugas PML)

PEMANTAPAN MUTU LABORATORIUM
RSUD KARANGASEM

I. PENDAHULUAN
Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk kepentingan klinik. Tujuan pemeriksaan laboratorium adalah untuk membantu diagnosa penyakit pada penderita atau menegakkan diagnosa penyakit disamping untuk follow up terapi. Sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dikeluarkan oleh bagian laborat tentulah sudah melalui berbagai tindakan / penanganan. Tahap-tahap tindakan / penanganan dalam pemeriksaan laboratorium haruslah diperhatikan secara memadai agar supaya dapat dicegah hasil yang tidak sesuai dengan keadaan penderita
Pemantapan mutu (quality assurance) laboratorium adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini terdiri atas empat komponen penting, yaitu : pemantapan mutu internal (PMI), pemantapan mutu eksternal (PME), verifikasi, validasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan.
1. Pemantapan Mutu Internal (PMI)
Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan proses, yaitu pra-analitik, analitik dan paska analitik.
2. Pemantapan Mutu Eksternal (PME)
PME adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu.
Pemantapan mutu laboratorium dilakukan di Laboratroium RSUD Karangasem, Bali.

II. TUJUAN
Tujuan dari pemantapan mutu oleh laboratorium adalah :
1. Pemantapan dan penyempurnaan metode pemeriksaan dengan mempertimbangkan aspek analitik dan klinis
2. Mempertinggi kesiagaan tenaga, sehingga pengeluaran hasil yang salah tidak terjadi dan perbaikan kesalahan dapat dilakukan segera
3. Memastikan semua proses mulai dari persiapan pasien, pengambilan dan pengiriman, penyimpanan dan pengolahan specimen sampai dengan pencatatan dan pelaporan telah dilakukan dengan benar
4. Mendeteksi kesalahan dan mengetahui sumbernya
5. Membantu perbaikan pelayanan penderita melalui peningkatan mutu pemeriksaan laboratorium

III. MANFAAT
Pemantapan mutu laboratorium kesehatan mencakup semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium pada saat yang tepat, dari spesimen yang tepat dan diinterpretasi secara tepat berdasarkan rujukan data yang tepat.

IV. DATA HASIL PENGAMATAN
1. Ruang Administrasi

2. Ruang Sampling

3. Ruang Hematologi

4. Ruang Kimia Klinik

5. Ruang Urinalisis


PENILAIAN MUTU LABORATORIUM RSUD KARANGASEM
Laboratorium RSUD karangasem memiliki 7 ruangan yaitu:
a. Ruang Administrasi
b. Ruang Sampling
c. Ruang Sterilisasi
d. Ruang Hematologi
e. Ruang Kimia Klinik
f. Ruang Urinalisis
g. Ruang Petugas Jaga

Ruang administrasi merupakan tempat registrasi pasien yang akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Pada ruang ini terdapat berbagai alat penunjang kegiatan seperti seperangkat computer, telepon dan alat-alat tulis kantor. Ruang sampling tempat melakukan pengambilan sampel darah pasien. Penyimpanan alat-alat seperti sarung tangan dan masker kurang tertata dengan rapi. Ruang hematologi merupakan ruang untuk memeriksa darah pasien yaitu darah lengkap pasien, BTCT, widal dan golongan darah. Ruang kimia klinik yaitu ruang untuk memeriksa sampel darah pasien yang berupa serum. Pemeriksaan Fungsi Hati, Fungsi ginjal, kolesterol, glukosa, trigliserilda, HBsAg, HIV, Dengue Blood. Ruang urinalisis yaitu ruang untuk memeriksa sampel berupa urin, feses, dahak dan hapusan darah untuk parasit. Penyimpana reagen di ruang urinalisis sudah baik hanya kadang-kadang sering digantungan jas lab pada lemari penyimpanan.
Ruangan sterilisasi digunakan untuk mencuci alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan. Ruang petugas jaga digunakan oleh petugas yang bertugas pada malam hari untuk berisitirahat.

Penilaian Mutu Laboratorium RSUD Karangasem adalah sebagai berikut:

5.1 Penilaian Mutu Internal (PMI)
Cakupan Penilaian Mutu Internal adalah:
1. Tahap pra-analitik
2. Tahap analitik
3. Tahap pasca analitik

1. Tahap pra-analitik
a. Formulir permintaan pemeriksaan
1. Formulir permintaan pasien diisi cukup baik. Di laboratorium RSUD Karangasem identitas pasien sudah diisi lengkap kadang kala ada formulir pasien yang isi nama dengan umur saja, tetapi alamat pasien bisa dilihat dari jenis formulir yang dibawa. Seperti frmulir dengan kertas HVS putih merupakan formulir dari IRD dan nama dokter yang memeriksa bisa digunakan untuk melihat keberadaan pasien. Semua permintaan pemeriksaan sudah ditandai dalam formulir pemeriksaan Penulisan nama pasien kadang-kadang tulisannya tidak terbaca karena dalam bentuk tulisan tangan.
2. Persiapan Pasien
Persiapan pasien untuk disampling sudah baik. Di laboratorium RSUD Karangasem persiapan pasiennya untuk pemeriksaan gula darah puasa pasien diminta untuk puasa selama 8-12 jam, untuk pengambilan 2 JPP, pasien diperbolehkan untuk makan dan minum dan kembali ke lab 2 jam kemudian. Kendalanya jika pasien berbohong mengaku puasa tetapi tidak puasa akan menghasilkan hasil yang salah, diet dan mengkonsumsi makanan tertentu dapat mempengaruhi hasil laboratorium.
3. Pengambilan dan Penerimaan Sampel
Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel di laboratorium RSUD Karangasem cukup baik. pengambilan sampel di ruang sampling berkisar dari pukul 08.00-12.00, tidak dilakukan pengambilan sampel ke ruangan. Pengambilan sampel untuk orang dewasa dilakukan ditempat duduk. Pasien harus mengangkat sedikit tangannya dan menahnnya sehingga banyak ditemui kemungkina kendala yang terjadi karena lengan pasien tidak ditaruh di meja. Ketika pengambilan sampel kemungkinan ditekuk dan ketika pengambilan sampel lengan pasien akan dibawa kebawah.
Penerimaan Sampel
Penerimaan Sampel di RSUD Karangasem baik. Penerimaan sampel selama 24 jam, sampel biasanya berasal dari IRD dan Pasien rawat inap. Jika pada sampel yang diterima ada gumpalan atau lisis, sampel tersebut tidak diperiksa dan petugas laboratorium meminta sampel baru.
4. Penanganan Spesimen
a. Sampel Darah
Sampel darah sudah diberlakukan dengan baik, untuk pemeriksaan darah lengkap digunakan tabung dengan tutup ungu untuk menampung sampel darah, pemeriksaan kimia klinik digunakan tabung tutup merah dan untuk pemeriksaan glukosa darah digunakan tabung tutup abu-abu.
b. Sampel Urin
Penangan sampel diberlakukan cukup baik, pemeriksaan urine lengkap yang seharusnnya urine tersebut disentrifuge untuk memperoleh endapannya, tetapi di laboratorium RSUD Karangasem urine yang akan diperiksa didiamkan selama 15 menit untuk memperoleh endapannya. Sehingga akan ada perbedaan hasil dalam kesan jumlah sedimen pada urine.
c. Sampel feses
Pengolahan sampel feses sudah sesuai dengan persyaratan, sampel feses yang akan diperiksa ditetesi dengan esosin pada objek gelas dan ditutup dengan cover gelas.
d. Sampel Dahak
Pengolahan sampel dahak sudah baik, pembuatan preparat BTA sudah disesuaikan dengan teknik pembuatan preparat yang baik.
5. Kondisi Penyimpanan Sampel
Kondisi penyimpanan sampel sudah dilakukan dengan baik. Penyimpanan dilakukan pada suhu 6-80C. Kebanyakan Sampel yang datang langsung diperiksa, jarang ada sampel yang disimpan kecuali untuk pemeriksaan tertentu.
6. Penanganan specimen untuk pemeriksaan khusus
Penanganan specimen sudah baik, untuk pemeriksaan khusus seperti pemeriksaan kimia klinik digunakan tabung tutup merah untuk menampung specimen darah. Untuk pemeriksaan darah lengkap digunakan tabung tutup ungu dengan EDTA agar darah tidak menggumpal.
7. Kondisi pengiriman sampel sudah baik
8. Persiapan Sampel untuk analisa
a. Kondisi sampel sudah memenuhi syarat
Di Laboratorium RSUD Karangasem dilakukan pemeriksaan fisik sampel, seperti sampel darah. Jika ada bekuan pada sampel, sampel tersebut tidak diperiksa dan petugas laboratorium meminta sampel baru. Karena bekuan yang terbentuk akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
b. Volume Sampel
Volume sampel yang akan diperiksa baik, sudah mencukupi sesuai permintaan pemeriksaan tetapi kadang kala volume sampel tidak mencukupi. Karena di laboratorium RSUD Karangasem pengambilan darah digunakan dengan spuit jadi untuk pemeriksaan yang banyak (darah lengkap dan kimia klinik) digunakan spuit 5cc. Sehingga pembagian darah di tabung ungu dan merah tidak merata. Kadang kala tabung merah lebih sedikit dengan tabung ungu, sehingga memungkinkan terjadinya kekurangan sampel jika permintaan pemeriksaan banyak.
c. Identitas Sampel
Identitas sampel sudah baik, setiap sampel yang masuk diberi nomor dan di formulir pemeriksaan juga dinomori dengan penomoran yang sama dengan tabung.

2. Tahap Analitik
a. Persiapan Reagen/ media
1. Reagen/ media sudah memenuhi syarat, masa kadaluarsanya tidak terlampaui.
2. Cara pelarutan reagen sudah benar, sudah sesuai dengan petunjuk yang tertera pada reagen.
3. Cara pengenceran sudah benar, sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada alat.
4. Pelarut akuades sudah memenuhi syarat.
b. Pipetasi reagen dan sampel
1. Peralatan
Semua peralatan sudah bersih dan diautoklaf khususnya untuk tabung reaksi, beaker gelas.
2. Pipet
Pipet yang digunakan cukup baik, tidak ada yang rusak. Tetapi pipet-pipet yang digunakan tidak dikalibrasi, karena keterbatasan dana.
3. Pipetasi
Pipetasi yang dilakukan sudah benar
4. Prosedur
Prosedur pemeriksaan di laboratorium sudah cukup baik. Hampir semua pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur, kecuali pada pemeriksaan widal. Tidak dilakukan pengenceran, dan hanya menggunakan 5 antisera. hanya dilihat aglutinasinya, semakin kuat aglutinasi yang terjadi semakin tinggi titernya.
c. Inkubasi
Inkubasi yang dilakukan sudah baik. Suhu dan waktu inkubasi sudah memenuhi syarat. Suhu inkubasi dilakukan pada suhu 370C.
d. Pemeriksaan
Alat-alat pemeriksaan berfungsi dengan baik. Kalibari alat sudah dilakukan, sebelum digunakan alat-alat pemeriksaan harus dilakukan control. Hasil pemeriksaan dengan alat sudah baik.


3. Tahap Pasca Analitik
a. Pemeriksaan hasil
Pemeriksaan hasil pada penghitungan, pengukuran, identifikasi dan penilaian sudah benar.
b. Pelaporan Hasil
1. Form hasil bersih
Form hasil langsung dari cetakan hasil pemeriksaan pada alat
2. Tulisan
Tulisan sudah jelas, karena diketik.
3. Kecendrungan hasil pemeriksaan (hasil abnormal)
Hasil abnormal pada pemeriksaan laboratorium terjadi karena sampel darah pasien memang bermasalah dan pasien menderita penyakit tertentu.

a. Penilaian Mutu Eksternal
Penyelenggaraan PME dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional dan diikuti oleh semua laboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta dan dikaitkan dengan akreditasi laboratorium kesehatan serta perizinan laboratorium kesehatan swasta.
PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan reagen/peralatan/metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya. Setiap nilai yang diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu pemeriksaan.
Penilaian mutu eksternal laboratorium RSUD Karangasem diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam programnya PNPME yaitu Penyelenggaraan Pemantapan Mutu Eksternal. PNMPE terdiri dari PNPME-K yaitu Penyelenggaraan Pemantapan Mutu Eksternal – Kimia Klinik dan PNPME-H yaitu Penyelenggaraan Pemantapan Mutu Eksternal – Hematologi. PNPME dilakukan setahun 2 kali, biasanya bulan November dan Desember.
Penilaian Mutu Eksternal dilakukan juga oleh BLK yang waktunya tidak menentu. Dilakukan pemantapan mutu Malaria, BTA, Urin, Feses. Untuk akhir-akhir tahun ini hanya dilakukan Pemantapan Mutu Eksternal untuk malaria.

VI. KESIMPULAN
PENILAIAN MUTU LABORATORIUM RSUD KARANGASEM
A. Penilaian Mutu Internal
Adapun penilain Mutu Internal Laboratorium RSUD Karangasem sebagai berikut:
Kegiatan Nilai
Baik Cukup Baik
Pra analitik:
1. Formulir permintaan pemeriksaan
2. Persiapan Pasien
3. Pengambilan Sampel
4. Pengambilan Sampel
5. Penerimaan Sampel
6. Penanganan Spesimen
a. Sampel Darah
b. Sampel Urin
c. Sampel feses
d. Sampel Dahak
7. Kondisi Penyimpanan Sampel
8. Penanganan specimen untuk pemeriksaan khusus
9. Kondisi pengiriman sampel
10. Persiapan Sampel untuk analisa
11. Kondisi sampel
12. Volume Sampel
13. Identitas Sampel

Analitik
a. Persiapan Reagen/ media
1. Kondisi reagen
2. Cara pelarutan reagen
3. Cara pengenceran
4. Pelarut akuades sudah memenuhi syarat.
b. Pipetasi reagen dan sampel
1. Peralatan
2. Pipet
3. Pipetasi
4. Prosedur


5. Inkubasi
6. Pemeriksaan
Pasca Analitik
a. Pemeriksaan hasil
b. Pelaporan Hasil
1. Form hasil bersih
2. Tulisan
3. Kecendrungan hasil pemeriksaan (hasil abnormal)

Secara keseluruhan Pemantapan Mutu Internal Laboratorium RSUD karangasem bernilai mayoritas baik (14 parameter) dan 5 parameter yang bernilai cukup baik.

B. Penilaian Mutu Eksternal (PME)
Penyelenggaraan PME dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional dan diikuti oleh semua laboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta dan dikaitkan dengan akreditasi laboratorium kesehatan serta perizinan laboratorium kesehatan swasta. Penyelenggaraan Mutu Ekternal dilakukan oleh Depkes RI dalam programnya PNPME dan oleh BLK Provinsi Bali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar