Pengaruh Lemak Terhadap kesehatan

Minggu, 25 September 2011

Proposal Usaha Ternak Sapi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Populasi sapi Bali yang merupakan bangsa sapi asli Indonesia, berasal dari hasil domestikasi terus menerus banteng liar Bos sondaicus (Bos banteng). Populasinya saat ini ditaksir sekitar 526.031 ekor. Kekhawatiran akan terus menurunnya populasi sapi Bali dipicu oleh kenyataan bahwa selama krisis ekonomi, tingkat permintaan sapi lokal meningkat seiring mahalnya harga daging sapi impor. Sejumlah besar sapi Bali hidup dikirim ke beberapa kota bear di pulau Jawa menjadi sering terlihat belakangan ini. Sedikitnya 50.000 ekor sapi Bali setiap tahunnya dikapalkan ke luar propinsi Bali.
Selain sapi Bali, bangsa sapi lokal lainnya adalah sapi Grati, sapi Madura dan sapi Peranakan Ongole (keturunan hasil persilangan antara sapi Ongole jantan dan sapi betina Jawa). Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara Bos sondaicus dan Bos indicus, ciri-ciori fenotipik punduk diperoleh dari B. indicus, sedangkan warna kulit coklat atau merah bata sama dengan B. sondaicus. Dari jumlah total populasi sapi lokal sebanyak 12.000.000 ekor, 500.000 ekor merupakan tipe sapi perah dan sisanya 11.500.000 ekor tergolong tipe sapi potong. Perkiraan pertambahan populasi sebanyak 3.500.000 ekor per tahun.
Sejak lama sapi Bali sudah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, dan mendominasi spesies sapi di Indonesia Timur. Peternak menyukai sapi Bali mengingat beberapa keunggulan karakteristiknya antara lain : mempunyai feritiliast tinggi, lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik, cepat beradaptasi apabila dihadapkan dengan lingkungan baru, cepat berkembang biak, bereaksi positif terhadp perlakuan pemberian pakan, kandungan lemak karkas rendah, keempukan daging tidak kalah dengan daging impor. Fertilitas sapi Bali berkisar 83 - 86 %, lebih tinggi dibandingkan sapi Eropa yang 60 %. Karakteristik reproduktif antara lain : periode kehamilan 280 - 294 hari, rata-rata persentase kebuntingan 86,56 %, tingkat kematian kelahiran anak sapi hanya 3,65 %, persentase kelahiran 83,4 %, dan interval penyapihan antara 15,48 - 16,28 bulan.
Sub sektor perternakan merupakan sub sektor pembangunan ekonomi pedesaan yang tersedia bagi masyarakat untuk digali dan dikembangkan melalui usaha agribisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kebutuhan masyarakat ternak. Mengingat merosotnya nilai jual produksi pertanian saat ini. Usaha ternak sapi ini bekerja sama dengan salah satu perusahaan yaitu CV Matahari Terbit yang berlokasi di Denpasar. Perusahaan CV Matahari Terbit menginginkan sapi tiap tahun. CV Matahari Terbit sebagai penyandang dana.

1.2 Ide Usaha
Krisis global sangat berpengaruh bagi para petani kecil, mahalnya harga pupuk, bibit padi, sehingga para petani sulit untuk mengembangkan hasil pertanian. Tidak jarang di daerah pedesaan petani yang sedikit dan bahkan tidak memperolhe keuntungan dari hasil pertanian mereka.
Melihat keadaan ini, saya berencana untuk mengubah sektor pertanian padi saya menjadi sektor perternakan, lahan saya sudah kosong hanya ditumbuhi oleh rerumputan, sektor peternakan yaitu khususnya ternak sapi sangat diperhitungkan bagi petani mengingat ternak sapi tidaklah sulit dan rumit, pemeliharaan juga relatif sederhana dan pakan yang realtif mudah dicari.
Dengan adanya usaha ternak sapi, usaha ini akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat daam bidang pangan dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan. Usaha Ternak Sai ini bernama Peternakan Sapi Indah Satwa.

1.3 Gambaran wilayah ternak sapi
Lokasi diadakan usaha ternak sapi Indah Satwa adalah di daerah desa selat, kecamatan selat, kabupaten karangasem, provinsi bali. Dengan luas lahan 45 are. Tempat ini sangat strategis karena derah ini merupakan daerah bekas larva letusan gung agung tahun 1963 silam, sehingga tanah sekitar kandang akan dapat menumbuhkan rumput dengan subur.










BAB II
TUJUAN USAHA

2.1 Tujuan Usaha
Untuk mengatasi perekonomian pedesaan di bidang pertanian maka dibuatlah usaha ternak sapi, usaha ini relatif mudah dan memerlukan biaya yang tidak terlalu tinggi untuk usaha 1 ekor sapi. Usaha ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat yang belum memiliki atau mendapatkan pekerjaan. Melalui usaha ini diharapkan masyarakat dapat mengikuti menjadi seorang peternak sapi, karena penghasilan peternak sapi lebih menguntungkan daripada sektor pertanian beras.

2.2 Manfaat Usaha
a. Manfaat bagi masyarakat
Melalui usaha ini diharapakan masyarakat bisa lebih fokus terhadap usaha ternak yang dimiki dan bagi yang beum mempunyai usaha masyarakat dibidang ternak sapi diharapkan bisa menjadi ternak sapi untuk menunjang perekonomian mereka disamping menjadi seorang petani.

b. Terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan.

2.3 Indikator Keberhasilan
Usaha ini dapat berjalan lancar karena faktor-faktor sebagai betikut:
a. Faktor geografis
Keadaan wilayah yang sangat strategis yaitu tanah yang subur sangat baik untuk pertumbuhan pakan ternak, tempat ternak dekat dengan sungai, sehingga mempermudah untuk mencari air untuk campuran makanan dan untuk memandikan ternak.
b. Mata pencaharian masyarakat
Mata pencaharian masyarakat di daerah ini sebagian besar petani dan perkebunan salak, sehingga masyarakat akan mudah menerima adanya usaha ini dan tidak akan mempermasalahkannya. Dengan pekerjaan dibidang perkebunan salak memudahkan merekrut pekerja sebagai perja ternak, karena aktivitas ini tidak jauh berbeda dengan ternak sapi.

2.4 Kebutuhan Pasar
Kebutuhan pasar akan sapi saat ini masih sangat diperlukan, daging sapi sangat diperlukan terutama ketika upacara agama, terutama untuk umat muslim. Banyak saudagar sapi yang membeli sapi ke pedesaan sehingga dapat mempermudah dalam penjualan sapi.
Anak sapi juga sangat diperlukan karena kemungkinan peternak sapi akan semakin bertambah jika usaha ini benar-benar berjalan lancar.

2.5 Tenaga Kerja
Tenaga kerja akan direkrut dari masyarakat sekitar, yang ingin mencari pekerjaan menjadi ternak sapi.

2.6 Pakan ternak
Pakan ternak berupa rumput akan ditanam di daerah kandang sapi dan digunakan juga rumput yang telah tumbuh, diberikan juga konsentrat. Karena hail penelitian di Institut Pertanian Bogor, sapi Bali dengan berat awal 250 kg dibagi dalam 2 tahap perlakuan pakan. Tahap pertama diberikan rumput selama 3 bulan, diikuti pemberian campuran rumput dan konsentrat selama 154 hari, secara nyata meningkatkan berat badan sebanyak 50 kg.

BAB III
AKTIVITAS KEGIATAN USAHA TERNAK SAPI

3.1 Kegiatan Pra Operasional
No Jenis Kegiatan Jadwal Pelaksaan tahun 2011 Biaya (Rp)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
s Survei Pasar x -
2 Menyusun Rencana x -
3 Alat penunjang x -
Jumlah -

3.2 Kegiatan Operasional

No. Rincian Kegiatan Waktu Pelaksanaan 2012
Jan 2012 Feb 2012 Mar 2012 April 2010
1 Pembuatan Kandang
2 Penanaman Rumput
3 Upah tenaga kerja
4 Pengadaan sapi
5 Obat-obatan ternak
6 Biaya umum:
Air
Listrik
ATK
Laporan

3.3 Alat Tulis Kantor
No. Uraian Biaya (Rp)
1 Alat-alat tulis 20.000,-
2 Buku, kertas dll 150.000,-


3.4 Rencana Anggaran Biaya
Usaha ternak sapi ini memerlukan biaya Rp 102.320.000,- dengan rincian sebagai berikut:
No. Uraian Jmlah Harga satuan Total Rp
1 Pembuatan kandang 1 unit 8.000.000,- 8.000.000,-
2 Bakalan sapi 20 ekor 2.500.000,- 50.000.000,-
3 Peralatan Kandang 1 paket 3.000.000,- 3.000.000,-
4 Kesehatan (obat-obatan) 20 paket 17.000,- 340.000,-
6 Pakan Ternak (konsentrat) 500 kg 1.380,- 13.800.000,-
5 Pengolahan kotoran sapi:
Bangunan 1 unit 3.000.000,- 3.000.000,-
Pupuk urea 100 kg 2.000,- 200.000,-
Plastik pupuk 100 biji 1000 100.000,-
6. Peralatan tulis 1 paket 170.000,- 170.000,-
7. Tenaga kerja 4 orang 500.000,-/ bulan x 12 bulan 24.000.000,-
Jumlah 102.320.000,-


BAB IV
STAKEHOLDER
4.1 Yang Menerima Manfaat
Yang menerima manfaat dari usaha ini adalah masyarakat sekitar, masyarakat akan dapat lapang pekerjaan baru.

4.2 Stakeholder yang lain
Stakeholder lain yang terkait dengan budidaya sapi ini adalah Dinas Peternakan Kabupaten dan Dinas Peternakan Provinsi.

4.3 Yang Memiliki Usaha
Usaha ternak sapi Indah Satwa adalah usaha perseorangan yang memiliki adalah individuyaitu Ni Komang Juniawati.

4.4 Yang mengelola dan Mengontrol Usaha
Yang mengelola usaha ternak sapi adalah pemilik
Yang mengontrol usaha ternak sapi adalah Dinas Peternakan Kabupaten.

4.5 Kepada Siapa Dipertanggungjawabkan
Dalam pelaksaan usaha ternak sapi ini akan bertanggung jawab kepada:
a. Masyarakat
b. CV Matahari Terbit sebagai penyandang dana
c. Dinas Peternakan Kabupaten



BAB V
PERIJINAN YANG DIPERLUKAN

5.1 Kebutuhan Perijinan
No. Jenis Surat Ijin No. Surat Ijin Biaya (Rp)
1 Ijin Prinsip dan Ijin Tempat Usaha -
2 Surat ijin usaha Perdagangan -
3 Tanda Daftra Perusaahn -
4 Nomor Pokok dan Wajib Pajak 58.928.126.0-907.000 -
5 Akte Pendirian Akte Notaris No 09 Tanggal 19 Mei 2011 -
Jumlah -



BAB VI
MANAJEMEN DAN ASPEK TEKNIS
6.1 Penanaman Rumput
Rumput selalu ditanam, tiap rumput yang dipangkas langsung ditanami rumput kembali terutama pada lahan kosong, pemupukan menggunakan pupuk urea dan pupuk organik yang dihasilkan oleh sapi.

6.2 Sapi Gemukan
Sapi yang digemukkan dipelihara sapi berjnis kelamin jantan. Sapi gemukan dipelihara sampai berusia 6 bulan. Bulan-bulan awal diberikan rumput dan bulan-bulan selanjutnya diberikan rumput dan konsentrat karena Karena hail penelitian di Institut Pertanian Bogor, sapi Bali dengan berat awal 250 kg dibagi dalam 2 tahap perlakuan pakan. Tahap pertama diberikan rumput selama 3 bulan, diikuti pemberian campuran rumput dan konsentrat selama 154 hari, secara nyata meningkatkan berat badan sebanyak 50 kg.

6.3 Pertenakan Sapi
Sapi-sapi betina yang siap dibuahi akan diternakkan. Sapi-sapi yang dipelihara akan diternakkkan sehingga sapi-sapi bsa dibudidayakan.

6.4 Pengolahan kotoran sapi
Kotoran yang dihasilkan sapi akan dijadikan pupuk organik, dimana kotoran yang dihasilkan ditampung pada tempat penampungan. Kotoran ini didiamkan hingga menjadi pupuk. Pupuk organik yang dihasilkan akan digunakan sebagai pupuk untuk tanaman rumput.

6.5 Pemenuhan Kebutuhan Air
Posisi lokasi usaha ternak sapi sangatlah dekat dengan sungai, jadi untuk memperoleh air hanya memerlukan pipa sepanjang 200 meter dan dipasang keran, air ini yang digunakan untuk minuman ternak dan memandikan ternak.


BAB VII
JARINGAN DAN PASAR
7.1 Analisis
a. Keuntungan
Keuntungan dari usaha ternak ini adalah:
1. Lahan milik sendiri, sehingga tidak perlu membayar kontrak lahan
2. Keadaan geografis tempat yang sangat strategis

b. Kelemahan
1. Modal yang pas-pasan

BAB VIII
PENGEMBANGAN KE DEPAN

8.1 Bidang Ekonomi
Membantu memperbaiki perekonomian pedesaan dengan menambah lapangan kerja di dunia peternakan.


8.2 Bidang Sosial
a. Membantu masyarakat dalam penyediaan daging sapi
b. Menciptakan lapang kerja
c. Membantu pemerintah dari kelangkaan daging sapi

8.3 Teknologi
a. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang sangat bermaanfaat bagi masyarakat sebagai pupuk untuk kebun mereka, seperti kebun salak yang banyak terdapat di daerah Karangasem.

8.4 Rencana Jangka Panjang
Menjadi pusat ternak sapi di daerah pedesaan, khususnya Desa Selat, Karangasem.

Selat, 4 Juni 2011
Pemilik Usaha

Ni Komang Juniawati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar